0

Selamat Hari Anak Nasional!

quoteee

Alkisah di sebuah Sekolah Menengah Pertama seorang guru bertanya pada muridnya di hari pertama masuk sekolah.

Ibu Guru : Ayo tuliskan mimpi kalian saat sudah dewasa di atas kertas ya, tapi jangan diberi nama. Nanti yang terpilih akan Ibu bacakan di depan.

Semua murid kasak-kusuk mulai menulis mimpi masing-masing, lalu meletakkan sobekan kertas tersebut pada kotak yang sudah disediakan.

Ibu Guru : Baik, Ibu bacakan yang pertama ya. Saya ingin menjadi pembalap Internasional. Milik siapa ini?

B : Saya, Bu. Karena saya ingin seperti Rossi.

Ibu Guru : Bagus. Semoga cita-citanya tercapai ya. Nah, yang kedua. (Si Guru terdiam dengan wajah super aneh)
Ini milik siapa ya?
Saya ingin mengumpulkan semua kucing di pasar dan jalanan lalu memelihara mereka semua. Karena setiap kali saya lihat kucing terlantar saya sedih dan susah tidur.

Semua orang diem. Sampai akhirnya ada seorang anak lelaki yang menunjuk perempuan kecil di pojok kelas.

D : Si A kali Bu, kan mukanya kaya kucing.

Semua orang tertawa, kecuali dua orang, Si A yang kesal dan E seorang bocah yang dengan cueknya pura-pura sibuk menggambar di atas kertas.
Lantaran dia tahu, bahwa kertasnya yang dibacakan, namun malu untuk mengakui.

Lucunya, hingga sekarang Si A selalu dijuluki ucing oleh teman-temannya. (Maaf ya friend ): )

Ada yang tahu siapa E sebenarnya?
Yah, itulah saya seorang bocah dengan segala imajinasi absurdnya. Walaupun sampai sekarang masih belum ngerti kenapa dulu bisa punya mimpi kaya gitu. 😁

Pakai enggak ngaku lagi!

Anyway,

Selamat Hari Anak Nasional!
Mari buat anak-anak Indonesia berani bermimpi dan berimajinasi dengan banyak membaca. 🙂

 

– F.Moose