0

Penulis Novel Harus Introvert? Yakin?

Hai dear,

Kali ini gue mau bahas sekaligus tanya juga sih sebenernya. Menurut kamu apa benar penulis itu harus introvert dan gampang galau?

Kenapa gue kepikiran hal ini? Jadi, beberapa hari yang lalu gue ngobrol bareng mantan temen kerja yang udah lama enggak ketemu. Walhasil dia kaget waktu tahu gue jadi tukang nulis (merasa masih belum pantes disebut penulis euy). Buat lebih jelasnya, ini chat kita berdua.

Lucu sih. Gue aja sampai ngakak. Otak gue langsung mikir, ada apa dengan introvert dan menulis novel?

Padahal berdasarkan tipe kepribadian MBTI ada juga kok author atau penulis novel dan dongen terkenal yang berasal dari kepribadian ENFP. Yang notabene ekstrovert, seperti Dr. Seuss, Charlotte Bronte dan Charles Dickins.

Jadi, kesimpulannya menurut gue menulis dan menjadi penulis itu enggak harus menjadi A atau menjadi B. Yang terpenting bagaimana dia bisa mentransformasikan semua rasa, baik itu gelisah, sedih serta pemikiran ke dalam sebuah kata. Sepakat?

– F

Advertisements
0

Selamat Hari Anak Nasional!

quoteee

Alkisah di sebuah Sekolah Menengah Pertama seorang guru bertanya pada muridnya di hari pertama masuk sekolah.

Ibu Guru : Ayo tuliskan mimpi kalian saat sudah dewasa di atas kertas ya, tapi jangan diberi nama. Nanti yang terpilih akan Ibu bacakan di depan.

Semua murid kasak-kusuk mulai menulis mimpi masing-masing, lalu meletakkan sobekan kertas tersebut pada kotak yang sudah disediakan.

Ibu Guru : Baik, Ibu bacakan yang pertama ya. Saya ingin menjadi pembalap Internasional. Milik siapa ini?

B : Saya, Bu. Karena saya ingin seperti Rossi.

Ibu Guru : Bagus. Semoga cita-citanya tercapai ya. Nah, yang kedua. (Si Guru terdiam dengan wajah super aneh)
Ini milik siapa ya?
Saya ingin mengumpulkan semua kucing di pasar dan jalanan lalu memelihara mereka semua. Karena setiap kali saya lihat kucing terlantar saya sedih dan susah tidur.

Semua orang diem. Sampai akhirnya ada seorang anak lelaki yang menunjuk perempuan kecil di pojok kelas.

D : Si A kali Bu, kan mukanya kaya kucing.

Semua orang tertawa, kecuali dua orang, Si A yang kesal dan E seorang bocah yang dengan cueknya pura-pura sibuk menggambar di atas kertas.
Lantaran dia tahu, bahwa kertasnya yang dibacakan, namun malu untuk mengakui.

Lucunya, hingga sekarang Si A selalu dijuluki ucing oleh teman-temannya. (Maaf ya friend ): )

Ada yang tahu siapa E sebenarnya?
Yah, itulah saya seorang bocah dengan segala imajinasi absurdnya. Walaupun sampai sekarang masih belum ngerti kenapa dulu bisa punya mimpi kaya gitu. 😁

Pakai enggak ngaku lagi!

Anyway,

Selamat Hari Anak Nasional!
Mari buat anak-anak Indonesia berani bermimpi dan berimajinasi dengan banyak membaca. 🙂

 

– F

0

Sekadar Menilik Online Presence Makhluk Unik Bernama BTS

www.mooseboo.wordpress.com

credit image by : soompi.com

Hai dear!

Artikel kali ini bisa dibilang hanya sebuah share opini mengenai acara Billboard Music Awards yang digelar di Las Vegas hari ini. Apalagi kalau bukan kemenangan BTS dalam kategori Top Social Artist.

Yeay, selamat BTS!

Sebenarnya artikel ini udah gatel ingin gue share sejak BTS menjadi salah satu nominasi di Shorty Awards (udah jadi pemenang deng! Hehehe). Dimana kita tahu jika Shorty Awards adalah sebuah ajang penghargaan bagi para pengguna terbaik media sosial atau yang dapat menciptakan viral di media sosial (dalam hal yang positif).

Continue reading

0

Mimpi VS Reality

caleb-frith-129986

Ditengah-tengah kawah Candradimuka a.k.a kerjaan yang lumayan SESUATU. Tiba-tiba gw kepikiran buat nulis ini.

Mimpi vs Kenyataan.

Ibarat badai di siang bolong (lebih dahsyat dari petir) nih ya, tiba-tiba muncul pertanyaan ini di otak gua.

Kenapa orang harus bermimpi kalo akhirnya mimpi itu enggak jadi kenyataan?
Apa yang buat kamu percaya sama mimpimu?
Daripada ngimpi yang engga jelas wujudnya, kenapa enggak sebaiknya kita hidup tanpa mimpi?

Continue reading